Menengok Kebun Bunga Matahari Bantul Yang Viral Di Media Sosial

Sudah tahu tentang kebun bunga matahari Bantul? Yap, buat kamu yang rajin scrolling instagram pasti sering lihat postingan orang yang lagi selfi di hamparan tanaman bunga matahari.

 

Saya sendiri tahu kebun ini karena membaca berita yang di-share teman di facebook. Informasi dari detik.com menyebutkan ladang seluas 70X14meter yang ditumbuhi bunga matahari tersebut merupakan milik Etik Purwanti yang sebenarnya merupakan ladang cabe. Di pinggiran ladang ditanam bunga matahari dengan tujuan awalnya untuk melindungi tanaman cabe dari angin.

Lokasi kebun bunga matahari

Lokasi kebun bunga matahari

Setelah saya baca lebih lanjut, ternyata lokasinya nggak jauh dari rumah. Bahkan untuk mencapainya nggak perlu terjebak macet. Tinggal mengarahkan kendaraan menuju Jalan Samas, melewati TPR, melewati jembatan, lalu ke barat sedikit, sampai deh! Saya langsung menyiapkan uang 2000 untuk parkir dan 5000 untuk tiket masuk yang dimintai petugas. Yap, ladang ini kini seperti jadi objek wisata.

 

Lautan manusia

Saya mendatangi Kebun Bunga Matahari Bantul di Hari Sabtu pukul 7. Sepagi ini, ladang sudah lumayan ramai. Beberapa mobil dan motor sudah mulai memenuhi parkiran. Begitu masuk kebun sudah banyak orang yang sibuk dengan kameranya. Hemmm, kalau seramai ini sih bakal susah untuk mengambil gambar. Akhirnya kami pun berjalan memutarai sawah.

 

Berhubung di sisi utara ladang cukup sepi, saya dan Desi langsung ke sana. Terdapat gundukan kotoran hewan (kemungkinan untuk pupuk) dan bangunan yang rusak (karena apa saya juga nggak paham). Nggak perlu menunggu lama lagi, kami pun menyebrangi tali rafia dan masuk ke ladang.

Gundukan kotoran hewan

Gundukan kotoran hewan

Di sinilah kami bisa berfoto tanpa gangguan. Sama sekali nggak ada wisatawan yang mencapai sini, hanya saya, Desi, dan Pak tani yang sedang merumput. Cekrek sana cekrek sini. Lama juga di sini sampai kami puas. Beberapa wisatawan pun mulai mengikuti kami memasuki ladang. Eh nggak lama setelah itu terdengar peluit petugas pertanda kami telah memasuki lokasi larangan. Nggak masalah, toh kami sudah berfoto banyak. Haha.

Seneng kalo nemu lokasi sepi gini

Seneng kalo nemu lokasi sepi gini

Akhirnya, mau nggak mau kami pun harus menyatu dengan keramaian. Perasaan waktu kami ke sini belum seramai ini. Ya benar saja karena memang lagi hits, objek ini makin siang jadi makin ramai. Peran instagram dan media sosial lainnya memang nggak bisa disepelekan. Mungkin juga karena bunga mataharinya belum layu kali, ya? Jadi ketika masih bisa menghasilkan objek foto yang bagus, orang-orang pun berbondong-bondong ke sini.

 

Wisatawan yang ke sini bermacam-macam. Ada anak kuliahan, anak sekolah, dan sepasang suami istri beserta anak. Waktu saya lagi menahan tawa lihat ibuk-ibuk hits rempong banget saat foto, Desi tiba-tiba berkata, “Pus, ayo kita pergi sekarang sebelum diserang anak-anak TK itu!” Saya pun melihat ke arah jalan raya. Damn, ada rombongan anak TK lagi turun dari kereta mini. Gila, ya? Bahkan TK saja sampai piknik ke sini.

Rombongan TK dan SD

Rombongan TK dan SD

 

Jadilah wisatawan yang baik

Saya akui Kebun Bunga Matahari Bantul yang aslinya ladang cabe ini sungguh indah. Apalagi yang namanya kebun seperti ini di Indonesia sangat jarang. Sayangnya, nggak setiap sudut dari lading ini terbilang instagramable. Gundukan kotoran hewan dan bagungan yang porak poranda contohnya.

bangunan

Sebenarnya hal in bisa dijadikan pembelajaran untuk objek wisata lain yang kalau nanti mendadak viral. Beberapa hal harus dipersiapkan, termasuk pemeliharaannya. Dengan dibukanya ladang menjadi objek wisata telah memberikan beberapa efek. Saat ini yang terasa adalah beberapa tanaman cabe telah rusak dan dikhawatirkan gagal panen.

cabe

Sejak viral, orang terus berdatangan. Mereka mengambil gambar di beberapa spot dengan berbagai macam gaya, seolah ingin sempurna tampak di media sosial. Sayangnya, secara nggak sadar mereka telah merusak objek wisata tersebut. Lebih disayangkan lagi, nggak semua orang memiliki niat untuk memelihara tempat ini. Pokoknya yang penting, hasil fotonya bagus, saja.

Jadilah wisatawan yang baik. Apa pun itu objek wisatanya, datangilah, berfotolah yang keren agar viral di media sosial yang akhirnya bisa mengangkat sektor pariwisata. Tapi yang nggak kalah penting adalah, jagalah objek wisata agar kondisinya selalu lestari.

 

sumber : http://wonderfulisland.id/kebun-bunga-matahari-bantul-yang-viral/

Selamat Hari Batik Nasional! Lupa Ya?

 

Hari ini nih, tepat 8 tahun yang lalu, hari Batik Nasional pertama kali diresmikan. Pasti kalian semua pada nanyain, kok bisa baru 8 tahun? kan batik itu udah jadi ciri khas bangsa Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu? Terus kalian semua bingung dan coba googling. Tapi memang itulah kenyataannya. Kenapa bisa begitu? Nih penjelasannya>>

Sumber: http://indonesiacalling.com

Sumber: http://indonesiacalling.com

Menurut website wikipedia, batik itu sebenarnya sudah dikenal sejak jaman Majapahit dan setelah itu batik berkembang cukup pesat hampir di semua daerah di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Terlebih lagi di masa Kasultanan Mataram pada kisaran abad ke 18 sampai ke 19. Udah cukup lama kan? dan kalian pasti bilang,

“Nggak mungkin baru 8 tahun! berdasarkan versi siapa tuh?! Jangan-jangan itu hoaks!”

Ya, kalian boleh bicara begitu, tapi tunggu dulu, biar tak jlentrehkan dulu kenapa 2 oktober jadi hari Batik Nasional.

Jawabannya sederhana sekali! Sesederhana alasanku mencintaimu! wukakakakaka!

Oke, jadi jawabannya adalah karena ditanggal itu, dan di tahun itu, Batik baru diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau bahasa kerennya Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Nah, jadi begini ceritanya lagi, kenapa baru bisa masuk tahun 2009.

Jadi, sebenarnya, beberapa tahun yang lalu, bangsa kita ini lagi lupa-lupanya sama budaya sendiri. Bangsa kita ini lupa sama adat istiadat suku-sukunya dan kekayaan yang kita miliki. Waktu itu, mungkin… orang-orang terlalu sibuk mejeng dengan pakaian dan aksesoris bermerk luar negeri dan menolak memakai batik karena terkesan kuno dan nggak kekinian. Nah, karena kita semua waktu itu (kebanyakan sih begitu), melupakan Batik, tak dinyana-nyana Malaysia, yang selalu berkonfrontasi dengan kita dalam perkara apapun, mengklain bahwa batik adalah milih Malaysia.

Dan, seperti biasa, bangsa ini baru bangun dan sadar kalau udah ada yang mau ngambil barangnya. Kalau nggak ada yang ngambil dibiarin aja ampek ludes dimakan rayap. Langsung lah, kita mencak-mencak.

“Ini Batik asli Indonesia! bukan punya Malaysia! Ini punya kita!”

Itulah kira-kira teriakannya. Nah, karena kita kebakaran jenggot pas barang yang kita lupain dicuri orang, bapak presiden dan jajarannya yang terhormat (katanya) , mengajukan pada UNESCO untuk membuat batik sebagai salah satu warisan dunia yang berasal dari Indonesia.

Sumber: https://satuspersenindo.files.wordpress.com

Sumber: https://satuspersenindo.files.wordpress.com

Tapi proses itu sama sekali nggak mudah. Butuh waktu yang cukup lama agar batik Indonesia bisa diakui oleh UNESCO. Tapi namanya bangsa Indonesia, kalau udah niat mah jadi aja gitu, asal satu suara. Kemerdekaan kan juga gitu ya? kita semua satu suara untuk merdeka, punya satu lawan yang sama, maka niatnya juga sama dan akhirnya bisa merdeka. Nah, kasus Batik nih juga gitu kayaknya. Kita punya satu problem yang sama, yakni batik yang mau dicuri sama tetangga kita, padahal kita nggak pernah makek. Karena kita tersinggung, maka jadilah kita berada di barisan paling depan dengan slogan “Gimana Caranya Batik Harus diakui UNESCO! Pokoknya Nggak mau tau!”

Nah, karena pada dasarnya kita ini bangsa yang besar, tapi sayangnya kita jarang sadar kalau kita ini bangsa yang besar dan punya kekuatan besar, kita berhasil “memaksa” UNESCO untuk mencatatkan Batik sebagai warisan dunia dari Indonesia. Dan itu terjadi tepat di tanggal 2 Oktober 2009. Tepat 8 tahun yang lalu!

Nah, sekarang kalian masih nyinyir nggak kalau 8 tahun itu angka yang salah? atau… jangan-jangan kalian asal ceplos aja karena nggak tau kapan hari batik nasional?

Hahahaha… ya sudah lah, yang terpenting, selamat hari batik nasional! Ingat! Jangan nunggu dicolong dulu barangnya baru mengakui! Cinta nggak sebercanda itu!

 

Selamat Hari Batik Nasional!

#haribatiknasional