Angkringan sudah menjadi hal yang umum bagi masyarakat Jogja dan seolah tak terpisahkan. Setiap kampung hampir pasti terdapat gerobak penuh makanan yang tak hanya dimanfaatkan sebagai tempat pelepas lapar dan haus, tapi juga sebagai tempat bersosialisasi, sekedar berbincang hal-hal terkini, membahas program pemerintah yang menggelitik, atau hanya sekadar membahas aplikasi gadget terkini.

Angkringan menjadi salah satu ikon Jogja, karena erat hubungannya dengan mahasiswa pendatang dengan uang bulanan yang pas-pasan dan harus bertahan hidup dengan anggaran seadanya. Harga makanan di warung sederhana yang juga disebut warung koboi ini pada umumnya memang murah meriah. Saat ini sebungkus nasi kucing berharga Rp 1500 – Rp  2000. Disebut nasi kucing karena porsinya yang mini, dan dulu dianggap hanya pas untuk pakan kucing. Makanya, dalam satu kali makan, biasanya orang-orang akan mengambil 3-5 bungkus sesuai kapasitas perutnya. Komponen nasi kucing pun saat ini bervariasi, mulai dari sambel teri yang pedas dan asinnya tidak pernah berhenti menggoda lidah, oseng tempe yang selalu dirindukan, bahkan ada pula yang mengemas gudeg dalam bentuk nasi kucing. Masing-masing pemilik warung memiliki varian menu sendiri.

Sejarah angkringan sejatinya bermula dari Klaten

Sejarah angkringan sendiri bermula dari hijrahnya Mbah Pairo, seorang warga Cawas, Klaten, ke Jogja untuk menyambung hidup. Daerah asalnya merupakan tempat yang kurang cocok untuk bertani, maka Mbah Pairo pindah ke Jogja dan membuka usaha warung angkringan di emplasemen Stasiun Yogyakarta. Singkat cerita, akhirnya masyarakat mulai menggemari angkringan yang kini menjamur di seluruh Jogja, bahkan hingga kota-kota lain.

Meski identik dengan kalangan menengah bawah, kini pun angkringan telah “naik kelas” dengan adanya angkringan dengan tempat yang lebih besar dan terkesan mewah, walaupun varian makanan yang dihadirkan tidak meninggalkan keasliannya. Konsep angkringan tetap tidak hilang, sebagai tempat pengisi perut sekaligus tempat bercengkerama dan bersosialisasi.

Beberapa pilihan angkringan yang menjadi ikon dan direkomendasikan oleh khalayak bisa kamu simak di bawah ini

1. Angkringan Stasiun Tugu

Angkringan di utara Stasiun Yogyakarta atau akrab disebut Stasiun Tugu selalu jadi incaran wisatawan ketika traveling di Jogja. Di sini, kamu bisa menemukan banyak warung berderet dengan pilihan makanan yang juga banyak. Salah satu pelopor angkringan di sini adalah Lik Man, yang merupakan anak dari Mbah Pairo. Di sini, menu yang jadi buruan karena keunikannya adalah kopi jos, tak lain dan tak bukan adalah kopi hitam yang diberi bongkahan arang yang masih membara.

2. Angkringan KR

Tak jauh dari angkringan tugu, tepatnya di emperan Kantor Pusat Harian Kedaulatan Rakyat. Angkringan ini juga menjadi buruan wisatawan, bahkan juga tak jarang dijadikan tempat gathering berbagai komunitas di Jogja. Menu yang dihadirkan di sini juga membuat bingung, karena pilihan makanan dan minuman yang dihadirkan sangat beragam. Aneka cemilan hingga nasi bungkus dengan beragam pilihan lauknya akan membuat kamu bingung ingin mencoba yang mana terlebih dahulu.

3. Angkringan Wijilan

Sedikit berbeda dengan angkringan pada umumnya. Angkringan wijilan menyediakan menu prasmanan. Pengunjung bebas mengambil nasi sepuasnya dan pilihan sayur dan lauk yang beragam pula. Selain makanan berat, ada pula menu cemilan. Mulai dari gorengan, sate usus, sate telur puyuh, hingga kue-kue basah tradisional.  Tempatnya juga cukup luas dan tersedia pilihan tempat duduk dan lesehan, terletak di Jalan Wijilan, dari Plengkung Wijilan terus saja ke arah Selatan.

4. Angkringan JAC / Pendopo Dalem

Jika kamu mencari tempat yang lebih “wah” dari angkringan biasanya, kamu harus datang ke sini. Siang hari, tempat ini menjadi Restoran Pendopo Dalem, sedangkan malam harinya berkamuflase menjadi angkringan JAC, yang dikelola oleh Jogja Automotive Community. Dengan interior jawa yang klasik dan tempat yang luas, kamu akan tertegun dengan suasana yang dihadirkan di sini. Menu makanan tradisional yang dihadirkan juga beragam. Terdapat cemilan kue basah, sate, dan makanan berat seperti nasi brongkos. Ada pula bakmi jawa yang bisa kamu pesan di sini. Untuk minumannya, tersedia wedang gajah, yaitu susu yang diberi campuran rempah-rempah. Oh iya, di sini tersedia wifi gratis yang bisa kamu manfaatkan.

5. Angkringan Bonbin

Terletak tak jauh dari Kebun Binatang Gembira Loka, di sisi sebelah timur. Nasi kucing yang disajikan di tempat ini dikenal selalu hadir dalam kondisi hangat. Pas untuk kamu yang mencari kehangatan mengatasi dinginnya malam Jogja. Terlebih, jika kamu juga memesan minuman hangat seperti teh, atau wedang jahe.

6. Angkringan Nganggo Suwe

Meski namanya “nganggo suwe” tapi kamu tidak akan menunggu lama untuk melupakan laparmu. Di warung sederhana yang berposisi di Jalan Pramuka, tepat di pertigaan lampu merah ini, kamu langsung dihadapkan pada pilihan sulit, akan mengambil makanan apa. Mau langsung makan berat, tinggal pilih saja, ada nasi bakar, nasi oseng teri, nasi oseng tempe, dengan lauk yang juga beragam, mulai dari ayam goreng, burung puyuh, telur balado, dll. Kalau ingin makanan ringan, tersedia berbagai keripik, ubi goreng, aneka sate, dll. Sedangkan minuman penghangat badan, kamu bisa pesan wedang asem atau wedang uwuh yang sudah jadi ikon di sini.

7. Angkringan Klebengan

Angkringan ini sudah jamak dikenal di kalangan mahasiswa, karena lokasinya yang tepat di utara kampus Fakultas Peternakan UGM, tepatnya di area GOR Klebengan. Selain karena lokasi yang dekat dengan kos-kosan dan kampus, angkringan ini ramah dengan kantong mahasiswa, sehingga banyak yang memilih makan di sini ketika kondisi keuangan masih dalam kondisi paceklik. Walaupun harga murah, makanan di sini tetap nikmat disantap, apalagi bersama dengan teman. Perut lapar tak jadi masalah kala tanggal tua.

8. Angkringan Pak Satari

Warung milik Pak Satari ini selalu ramai walaupun lokasinya sedikit jauh dari pusat kota Jogja. Di angkringan yang terletak di Jalan Magelang Km.15 ini, bukan lagi hadir dengan gerobak tradisional seperti biasanya, melainkan sebuah evolusi angkringan yang berada di sebuah ruko dengan tenda di halamannya, sebagai tempat untuk menikmati makanan dan minuman sembari merasakan suasana pinggir Jalan Magelang di malam hari. Varian nasi kucing yang dihadirkan di sini terhitung sangat banyak, begitupun dengan pilihan lauknya.

9. Angkringan Sendang

Jika di warung koboi pada umumnya dijumpai nasi kucing dalam casing kertas koran atau kertas minyak sebagai bungkus terluarnya, di sini nasi kucing yang disajikan dibungkus dalam kertas “custom” dengan identitas angkringan sendang. Selain menu yang ortodoks, nasi kucing sambel teri dan oseng tempe, di warung yang terletak di depan restoran Sendang Ayu ini juga terdapat pilihan nasi kucing dengan varian nasi bakar, nasi bandeng, sate bakso, dsb.

10. Angkringan Jeng Nana


Masih produk evolusi angkringan yang lokasinya di tengah kota, tepatnya di Jalan C Simanjuntak 79, Terban. Tempatnya sedikit masuk gang, tapi dapat dilalui kendaraan roda empat. Tempatnya berupa rumah toko, tidak terlalu besar namun tidak terlalu kecil. Menu yang tersedia seperti biasanya, namun disajikan prasmanan. Masakan yang tradisional terasa lebih spesial. Kalau posisi kamu di sekitar UGM, kedai yang satu ini boleh jadi jujugan.

 

11. Angkringan Galau


Katanya, salah satu obat galau yang mujarab adalah makan. Makanya konsep tempat satu ini adalah sebagai obat galau, terutama untuk mahasiswa yang tugas akhirnya tak kunjung selesai. Galau ini itu hilang setelah menyantap nasi mercon pindang, atau nasi kerang lombok ijo. Suasana di sini tidak terlihat galau sama sekali, selalu ramai. Jadi, kalau kamu sedang dirundung galau, arahkan saja dirimu ke seberang Perumahan MBS Condong Catur (300 meter utara UII)

 

12. Angkringan BK Ngasem


Saat tugas atau pekerjaan menumpuk, perut lapar, dan butuh suasana berbeda, tempat ini sangat pas dijadikan tujuan utama. Tersedia fasilitas wifi, tempat luas, dan selalu tersedia nasi panas yang bisa diambil sendiri. Di angkringan yang berlokasi di Jalan Nogosari 11 Patehan ini memang sering dijumpai mahasiswa yang mengerjakan tugas sembari menuntaskan kelaparan yang dialami. Kapan lagi bisa menikmati nasi ikan tongkol dengan sate usus sembari menyelesaikan pekerjaan.

 

13. Angkringan Code


Sempat redup akibat revitalisasi Kali Code, kini Angkringan Code kembali eksis setelah Jalan Prau yang terletak di selatan McDonalds Sudirman kembali dibuka seperti biasa. Sepanjang jalan ini berderet berbagai macam warung yang tergabung dalam sebuah paguyuban. Sembari menikmati hangatnya kopi hitam, kamu bisa melihat pemandangan malam Kali Code. Jembatan Gondolayu juga terlihat di kejauhan. Kebersahajaan yang romantis dapat kamu alami sembari meresapi keindahan malam Jogja.

 

14. House of Raminten


Meski terbilang bukan angkringan secara harafiah, di kafe ini terdapat menu tradisional yang bisa kamu pesan. Ada nasi kucing dengan porsi single, double, bahkan triple. Sebagai pendamping nasi kucing kamu juga bisa memesan mendoan, atau menu minuman yang unik dan hanya ada di sini, misalnya susu prawan tancep. Ditambah lagi interior di dalam kafe yang berlokasi di Jalan FM Noto ini memiliki aura jawa yang kental, serta kostum pramusaji yang bertema jawa klasik. Tak heran jika House of Raminten selalu ramai dikunjungi baik siang maupun malam, sampai subuh, karena kafe ini buka 24 jam.

 

15. Le Waroenk


Ini bukan kafe a la France dengan adiboga barat yang mewah, namun kedai yang tetap membawa ikon angkringan, yaitu gerobak, yang dipadukan dengan tempat nongkrong yang nyaman. Di Le Waroenk yang beralamat di Jalan Cik Ditiro ini, terdapat perpaduan warung koboi klasik dengan modernitas menu tanpa meninggalkan akarnya. Terdapat pilihan menu nasi kucing yang berbeda dari biasanya, seperti nasi rendang tempe, nasi sapi lada hitam, nasi sambal telur, yang didampingi berbagai lauk, misalnya tempe dan tahu bacem, ceker ayam bakar, tempe mendoan, sate sosis, sate nugget, dll.

 

Baca juga 35 Pilihan Bakmi Jawa di Jogja yang Bakal Memanjakan Lidahmu

 

16. Sego Macan


Jika nasi kucing sudah umum diketahui, di warung Sego Macan ini terdapat versi upgrade dari nasi kucing. Seperti namanya, sego macan, terdapat nasi putih dalam porsi cukup, dipadu dengan oseng bihun dan kering tempe. Sambal yang disertakan mampu membuat orang mengaum seperti macan. Di warung yang dimiliki oleh bassist salah satu band metal yang cukup eksis ini, terdapat juga menu lain, misalnya tempe mendoan, tahu cocol, roti bakar, dan aneka minuman pelepas dahaga. Terdapat beberapa cabang Sego Macan, antara lain utara Fakultas Peternakan UGM, dan di daerah Nologaten.

 

17. Angkringan Mojok


Tersebutlah suatu kedai yang populer di Jalan Damai. Tempatnya memang berada di pojok. Tempat ini sering dijadikan tempat diskusi dan bertukar pikiran penulis muda di Jogja. Terkadang beberapa komunitas juga mengadakan pertemuan di sini. Nasi kucing adalah kewajiban menu di sini, selain pelengkap yang tak kalah menarik. Yang jadi andalan di sini adalah kopi nusantara dan es kawista susu.

 

18. Angkringan 17


Di Jalan DI Panjaitan no.17, terdapat angkringan yang terlihat sederhana, namun penuh dengan sajian istimewa makanan dan minuman yang bukan hanya menu standar warung koboi . Selain nasi kucing, Angkringan 17 juga menjual aneka chinese food, semisal mie ayam, capcay, fuyung hay, kwetiau, dan chicken katsu. Minuman yang bisa kamu pilih pun tidak main-main, mulai red squash, choco soda, orange tea, hingga wedang uwuh. Istimewanya lagi, tersedia free wifi yang bisa kamu manfaatkan juga.

 

19. Angkringan Ratu


Percaya tidak percaya, angkringan ini termasuk dalam daftar angkringan favorit wisatawan mancanegara. Wisman gemar mampir ke kedai yang ada di Jogja Paradise, Jalan Magelang depan Hotel Sahid Rich ini karena tempat yang nyaman dan bersih. Selain itu, menu di sini juga tak kalah menarik dan masih mengikuti akarnya. Ada nasi gendeng dengan berbagai level, mulai dari basic, intermediate, hingga advance, mengikuti banyaknya capcaisin yang akan membakar lidahmu. Selain nasi gendeng, ada pula nasi bakar, ceker tugel, dan sate usus yang selalu jadi favorit

 

20. Angkringan Dowo


Dowo berarti panjang. Jangan berpikiran aneh-aneh tentang panjang. Di angkringan ini terdapat meja panjang yang jadi ikon, sehingga namanya pun dikaitkan dengan meja panjang ini. Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau, di Jalan Ipda Tut Harsono 48. Konsepnya pun semi-modern. Interiornya tidak bermodel klasik, sedikit kekinian, dan dipadu dengan menu tradisional. Ada free wifi pula di sini yang akan membuat nongkrong kamu makin nyaman.

 

21. Angkringan Nasi Kucing 78


Sedikit mengarah ke barat, tepatnya di Perumahan Pesona Munggur, Jalan Godean Km 7,5. Suasana yang dihadirkan tetap menganut angkringan tradisional dengan gerobaknya, namun diberi sentuhan sedikit modern terutama di sisi makanan. Tempatnya pun cukup luas, dan selalu ramai pengunjung. Angkringan ini ternyata tak hanya ada di Jogja, namun juga kota-kota lain hingga ke ibu kota.

 

22. Angkringan Gadjah


Makan di angkringan, tapi serasa makan di restoran. Iya, itulah kesan yang langsung terasa ketika memasuki tempat makan yang terletak di Jalan Kaliurang Km.9 ini. Tempatnya luas dan nyaman, bahkan tersedia joglo, meeting room, smoking area, hingga taman bermain anak. Menu yang disajikan juga tak kalah menarik, menawarkan 150 jenis menu mulai dari asem-asem jawa, oseng-oseng lompong, oseng-oseng genjer, dan beragam minuman dengan wedang gadjah sebagai jagonya angkringan ini.

 

23. Angkringan Mbah Darso


Bagi penyuka pedas, harus mampir ke warung yang beralamat di Jalan Glagahsari, Umbulharjo ini. Terdapat 3 jenis sambal yang bisa ambil sendiri, yaitu sambal dadak, sambal lamongan, dan sambal tomat. Angkringan ini juga menggoda pengunjung dengan aneka lauk yang sudah seolah melambai-lambai meminta diambil. Ada ayam goreng, sate telur, sate usus, sate ayam, sate udang, gorengan, dan masih banyak pilihan menu lauk dan minuman yang bisa kamu pesan.

 

24. Kedai Angkringan Margomulyo


Di balik ramai dan riuhnya jalanan di sekitar Malioboro, ternyata ada pula tempat yang layak dijadikan persinggahan setelah lelah berbelanja dan berjalan-jalan. Angkringan Margomulyo ini terletak tepat di Jalan Margomulyo, alias Jalan A Yani. Posisinya sebelum Hamzah Batik, di kanan jalan. Angkringan ini belum begitu lama ada, namun sudah mulai memikat hati pengunjungnya. Banyak wisatawan mancanegara yang suka dengan angkringan ini. Salah satu menu favoritnya adalah pisang bakar dengan vla vanila.

 

25. Angkringan Tekoo


Seiring perkembangan zaman, menu angkringan tak hanya itu-itu saja. Namun konsepnya tetap tak meninggalkan fungsinya sebagai tempat nongkrong dan bersosialisasi. Hal ini yang dimunculkan Angkringan Tekoo, dengan menghadirkan menu yang berbeda dari angkringan lain. Kamu bisa memesan mides, mie yang berbeda karena menggunakan tapioka sebagai bahan bakunya. Teksturnya kenyal dengan penyajian secara nyemek, atau dengan sedikit kuah. Selain mie, masih ada pilihan makanan dan minuman lain. Namun yang jadi andalan adalah berbagai macam kopi untuk para pecandu kafein.

 

26. Angkringan Ndhelik


Tempat nongkrong yang satu ini cukup hitz di kalangan mahasiswa, karena letaknya yang ada di Jalan Pandega Marta berdekatan dengan kawasan kos-kosan. Selain itu, harga yang terjangkau dan adanya wifi gratis juga jadi pemikat mahasiswa yang membutuhkan koneksi internet untuk menyelesaikan tugas-tugas sekaligus mengisi perut, dan berdiskusi dengan teman. Dinamakan ndhelik karena memang tempatnya sedikit ngumpet, tapi tetap mudah dijangkau dari jalan utama. Pilihan menunya juga beragam, mulai dari sekedar cemilan seperti tahu dan tempe cocol, makanan berat berupa nasi, dan pilihan minuman, dan yang utama adalah kopi.

 

27. Warung AJS


Karena nama adalah doa, maka sang pemilik memberi nama usahanya ini AJS, singkatan dari Angkringan Jenak Semanak, yang maksudnya adalah angkringan yang membuat betah. Tak salah, tempat ini memiliki suasana nyaman dan banyak ornamen jawa yang dihadirkan di sini. Tempat ini memang ditujukan sebagai tempat srawung, tempat orang saling bertemu dan berbincang dengan suasana yang mendukung. Hidangan pelengkap berbincang selalu tersedia di sini, mulai dari kopi, teh, jahe, hingga nasi dan aneka lauknya. Warung AJS ini berada di Jalan Nyi Pembayun, Prenggan, Kotagede.

 

28. Angkringan Batas Kota


Posisinya memang berada di batas kota, di Jalan AM Sangaji, perbatasan wilayah Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman. Bagi kamu yang merindukan suasana tempat nongkrong tradisional dengan lalu lalang kendaraan sebagai hiburan, cocok untuk mampir ke sini. Angkringan ini juga dikenal dengan Angkringan Pak Muji, sesuai nama pemiliknya. Jangan ragu untuk mengajak Pak Muji berbincang, karena beliau dikenal ramah. Menu tradisional warung koboi tersaji di sini, dan kamu bisa meminta laukmu untuk dibakar.

 

29. Angkringan Jentik


Kedai yang berlokasi di Jalan Selokan Mataram 99, Mundu, Seturan ini menghadirkan salah satu inovasi kuliner di Jogja. Selain menghadirkan suasana nyaman untuk nongkrong, menu yang ditawarkan di Angkringan Jentik pun kreatif. Ada menu nasi rainbow alias nasi pelangi. Iya, nasi pelangi. Seperti pelangi yang berwarna-warni, nasi rainbow ini juga berwarna-warni, yaitu merah dari nasi merah, kuning dari tambahan kunyit, dan hijau dari daun suji. Selain nasi rainbow, ada pula ayam setan, yaitu ayam dengan bumbu pedas yang bisa kamu pilih sendiri tingkat kepedasannya sesuai kemampuanmu.

 

30. Angkringan Sarkimpul


Untuk makan siang, angkringan yang memiliki slogan “berdiri sejak kau mendua” ini bisa jadi tujuan utama, terutama jika sedang berada di area Terban. Menu nasi dengan lauk yang beragam ditemani dengan bermacam minuman. Harganya juga ramah di kantong, sehingga banyak yang mengisi perut yang kosong di sini.

 

Itu baru sebagian kecil angkringan di Jogja. Angkringan selalu menyimpan sejuta cerita di baliknya. Mana angkringan favorit kamu?

Sumber : Wonderfulisland Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *