Debur ombak tidak pernah lelah bernyanyi mengiringi sayup angin dari selatan. Walaupun tumpukan pecah ombak, deburan tak henti menemani teriknya siang di Pantai Glagah, Kulon Progo. Sesekali perahu terlihat berlalu, mencari kerumunan ikan yang terlihat untuk dijaring. Semilir angin bercampur percikan air laut menyentuh kulit, terasa sedikit lengket akibat garam namun tetap terasa sejuk. Deretan pohon cemara yang dulu ditanam oleh adik-adik sebuah asrama putri menghijaukan mata, menjadi variasi ketika mata sudah bosan melihat putihnya langit siang dan garis cakrawala.

Entah kapan lagi pemandangan ini bisa dinikmati dengan tenang dan syahdu. Mungkin beberapa tahun lagi pantai ini akan dinikmati dengan suasana berbeda. Akan ada deru mesin turbin jet dan hembusan angin kencang dari mesin pesawat yang take-off dan landing di bandar udara yang ada di sebelah pantai ini kelak.

Sudah lama terdengar bahwa di daerah ini akan dibangun bandar udara baru untuk menggantikan Adi Sucipto sebagai bandar udara internasional Yogya. Namun, sampai sekarang wacana itu belum terlihat eksekusinya. Masih ada beberapa hal yang harus dilakukan pihak berwenang sampai teknis pembangunan bandara baru ini dimulai. Presiden meresmikan groundbreaking bandara ini baru pada tanggal 27 Januari 2017, setelah beberapa kali mundur. Banyak pro-kontra di baliknya. Wajar, karena pembangunan bandara ini juga akan mempengaruhi beberapa aspek, juga akan merubah masyarakat di sekitarnya.

Terik matahari masih belum mau bersembunyi, sinarnya masih ingin tampil tanpa tertutup awan. Masih terlihat beberapa penjual minuman dan makanan di sekitar sini. Lumayan, untuk menghilangkan rasa panas dan dahaga yang kian memenuhi rongga kerongkongan. Beberapa pedagang malah sudah merelokasi seisi warungnya. Pemilik penginapan dan rumah makan di sekitar pantai ini pun juga memboyong usahanya bergeser ke Desa Sindutan.

Selagi masih bisa, pergilah ke Pantai Glagah. Nikmati deburan ombak dan angin laut serta pemandangan laut serta tumpukan pemecah ombak yang instagramable, selagi belum terganggu riuhnya suara crane, truk, dan akhirnya kelak suara mesin turbin jet dari pesawat yang lalu lalang.

Sumber : Wonderfulisland Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *