Hari ini nih, tepat 8 tahun yang lalu, hari Batik Nasional pertama kali diresmikan. Pasti kalian semua pada nanyain, kok bisa baru 8 tahun? kan batik itu udah jadi ciri khas bangsa Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu? Terus kalian semua bingung dan coba googling. Tapi memang itulah kenyataannya. Kenapa bisa begitu? Nih penjelasannya>>

Sumber: http://indonesiacalling.com

Sumber: http://indonesiacalling.com

Menurut website wikipedia, batik itu sebenarnya sudah dikenal sejak jaman Majapahit dan setelah itu batik berkembang cukup pesat hampir di semua daerah di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Terlebih lagi di masa Kasultanan Mataram pada kisaran abad ke 18 sampai ke 19. Udah cukup lama kan? dan kalian pasti bilang,

“Nggak mungkin baru 8 tahun! berdasarkan versi siapa tuh?! Jangan-jangan itu hoaks!”

Ya, kalian boleh bicara begitu, tapi tunggu dulu, biar tak jlentrehkan dulu kenapa 2 oktober jadi hari Batik Nasional.

Jawabannya sederhana sekali! Sesederhana alasanku mencintaimu! wukakakakaka!

Oke, jadi jawabannya adalah karena ditanggal itu, dan di tahun itu, Batik baru diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau bahasa kerennya Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Nah, jadi begini ceritanya lagi, kenapa baru bisa masuk tahun 2009.

Jadi, sebenarnya, beberapa tahun yang lalu, bangsa kita ini lagi lupa-lupanya sama budaya sendiri. Bangsa kita ini lupa sama adat istiadat suku-sukunya dan kekayaan yang kita miliki. Waktu itu, mungkin… orang-orang terlalu sibuk mejeng dengan pakaian dan aksesoris bermerk luar negeri dan menolak memakai batik karena terkesan kuno dan nggak kekinian. Nah, karena kita semua waktu itu (kebanyakan sih begitu), melupakan Batik, tak dinyana-nyana Malaysia, yang selalu berkonfrontasi dengan kita dalam perkara apapun, mengklain bahwa batik adalah milih Malaysia.

Dan, seperti biasa, bangsa ini baru bangun dan sadar kalau udah ada yang mau ngambil barangnya. Kalau nggak ada yang ngambil dibiarin aja ampek ludes dimakan rayap. Langsung lah, kita mencak-mencak.

“Ini Batik asli Indonesia! bukan punya Malaysia! Ini punya kita!”

Itulah kira-kira teriakannya. Nah, karena kita kebakaran jenggot pas barang yang kita lupain dicuri orang, bapak presiden dan jajarannya yang terhormat (katanya) , mengajukan pada UNESCO untuk membuat batik sebagai salah satu warisan dunia yang berasal dari Indonesia.

Sumber: https://satuspersenindo.files.wordpress.com

Sumber: https://satuspersenindo.files.wordpress.com

Tapi proses itu sama sekali nggak mudah. Butuh waktu yang cukup lama agar batik Indonesia bisa diakui oleh UNESCO. Tapi namanya bangsa Indonesia, kalau udah niat mah jadi aja gitu, asal satu suara. Kemerdekaan kan juga gitu ya? kita semua satu suara untuk merdeka, punya satu lawan yang sama, maka niatnya juga sama dan akhirnya bisa merdeka. Nah, kasus Batik nih juga gitu kayaknya. Kita punya satu problem yang sama, yakni batik yang mau dicuri sama tetangga kita, padahal kita nggak pernah makek. Karena kita tersinggung, maka jadilah kita berada di barisan paling depan dengan slogan “Gimana Caranya Batik Harus diakui UNESCO! Pokoknya Nggak mau tau!”

Nah, karena pada dasarnya kita ini bangsa yang besar, tapi sayangnya kita jarang sadar kalau kita ini bangsa yang besar dan punya kekuatan besar, kita berhasil “memaksa” UNESCO untuk mencatatkan Batik sebagai warisan dunia dari Indonesia. Dan itu terjadi tepat di tanggal 2 Oktober 2009. Tepat 8 tahun yang lalu!

Nah, sekarang kalian masih nyinyir nggak kalau 8 tahun itu angka yang salah? atau… jangan-jangan kalian asal ceplos aja karena nggak tau kapan hari batik nasional?

Hahahaha… ya sudah lah, yang terpenting, selamat hari batik nasional! Ingat! Jangan nunggu dicolong dulu barangnya baru mengakui! Cinta nggak sebercanda itu!

 

Selamat Hari Batik Nasional!

#haribatiknasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *