Oleh-oleh merupakan salah satu hal penting yang harus dibeli oleh para wisatawan ketika berwisata ke suatu tempat. Nah, kalau lagi di Jogja, pastinya Malioboro itu menjadi salah satu tujuan utama untuk membeli oleh-oleh. Tapi banyak wisatawan yang kebingungan bagaimana membeli oleh-oleh di Malioboro agar tidak terkena harga yang diluar nalar atau membeli barang-barang yang tidak diperlukan dan juga oknum-oknum yang merugikan para wisatawan. Well, untuk menghindari hal tersebut, berikut ini kami tulis beberapa saran untuk kamu yang lagi liburan di Jogja dan mau beli oleh-oleh di Malioboro.

Salah satu penjual di Malioboro.
Sumber: https://mediawisata.files.wordpress.com/

 

BIKIN DAFTAR OLEH-OLEH YANG MAU DIBELI.
Kalau kamu mau beli oleh-oleh, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat daftar barang-barang apa yang ingin kamu beli sebagai oleh-oleh. Karena berdasarkan data yang dikutip dari CNN travel di tahun 2013, wisatawan dunia menghabiskan 2.3 milyar dolar atau sekitar Rp. 26,8 trilliun untuk membeli oleh-oleh yang akhirnya tidak dipakai, dibiarkan begitu saja dan dibuang. Hal ini bisa membuatmu tahu harus kemana ketika berada di Malioboro dan tentunya akan menghemat waktumu dan tidak akan membuatmu mengeluarkan banyak uang diluar perkiraanmu. FYI, para pelancong itu biasanya menghabiskan 427 juta jam hanya untuk membeli barang-barang yang tidak mereka inginkan. Nah, biar tidak membuat banyak waktu, buatlah list oleh-oleh yang mau kamu beli.

Plang Jalan Malioboro
Sumber: http://bisniswisata.co.id/

 

KAMU BISA BAHASA JAWA, HARGA LEBIH MURAH!
Ini adalah fakta yang sudah banyak dialami oleh banyak orang ketika sedang berkunjung ke suatu pusat oleh-oleh termasuk di Malioboro. Kalau kamu menguasai sedikit bahasa Jawa, maka kamu bisa mendapatkan harga “lokal” yang jauh lebih murah dari harga “wisatawan”. Entah apa yang bisa membuat para penjual itu mendadak membuat harga yang lebih murah untuk orang lokal hanya dengan mendengar mereka berbicara bahasa setempat. Mungkin karena solidaritas kesukuan yang masih kuat dan para penjual yang merasa sama rasa sama rata dengan para pembeli yang berkunjung ke Malioboro.

Blangkon khas Jogja
Sumber: http://indonesiaexplorer.net/

 

JANGAN TERFOKUS HANYA PADA SATU PENJUAL
Kalau kalian sedang berada di Malioboro, jangan terfokus pada satu penjual saja untuk mendapatkan oleh-oleh yang kalian inginkan. FYI, berdasarkan data Paguyuban Kawasan Malioboro di tahun 2016 lalu, sedikitnya ada 100 toko dan kurang lebih 3000 pedagang kaki lima yang berada di kawasan Malioboro. Jumlah itu belum termasuk dengan toko-toko kecil dan pedagang yang ada di sekitar gang di Jalan Malioboro.
Itu artinya, misalnya kamu pengen membeli batik, maka ada 3000an pedagang dan 100an toko yang menawarkan berbagai macam batik dengan harga yang bervariasi. Jika kamu niat banget, kamu bisa mengunjungi tiap pedagang batik dan toko batik, lalu memutuskan mana tempat yang paling murah dengan kualitas barang yang paling bagus.

Para pedagang di Malioboro
Sumber: http://sewamotordijogja.com/

 

DATANG KE SENTRA OLEH-OLEH YANG TERNAMA.
Jika ternyata kamu nggak punya banyak waktu untuk menelusuri sepanjang Malioboro dan mencari oleh-oleh dengan harga yang paling murah dan paling bagus, maka kamu bisa langsung saja datang ke sentra oleh-oleh yang sudah punya nama besar di jalan Malioboro dan bahkan di Jogja. Seperti misalnya jika kamu ingin pergi membeli batik, kamu bisa datang ke Mirota Batik, atau beberapa toko lain yang sudah memiliki sejarah panjang dan nama besar dalam dunia penjualan batik.
Meskipun begitu, kamu harus siap dengan harga yang mungkin lebih mahal dan mungkin juga tak bisa ditawar.

Itu tadi beberapa tips untuk membeli oleh-oleh di Malioboro. Pintarlah dalam membeli dan memilih oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Jangan mudah kalap, dan jangan mudah tergoda.

Selamat berbelanja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *