Pasti kamu sudah tak asing lagi dengan pantai-pantai di pesisir selatan Pulau Jawa. Akan terlalu panjang jika disebutkan satu persatu di sini, namun setidaknya kamu pasti sudah paham dengan Pantai Parangtritis di Bantul, atau Pantai Indrayanti di Gunungkidul. Belum lagi Pantai Pangandaran di Jawa Barat yang tenar dengan legenda Ratu Kidulnya. Pantai Selatan seolah memiliki pesona tersendiri dengan keindahannya. Namun, di balik eloknya pantai-pantai ini, tersimpan potensi bahaya yang mungkin belum diketahui wisatawan. Karakteristik pantai selatan memiliki ombak yang lebih besar dibandingkan di pantai utara Jawa. Seperti diketahui, pantai selatan merupakan bagian dari Samudera Hindia, dan tidak memiliki penghalang pulau besar. Selain itu, daerah selatan Jawa merupakan daerah batas pertemuan lempeng bumi yang memiliki patahan, sehingga menjadi salah satu faktor penyebab ganasnya ombak, tidak seperti pantai utara yang memiliki dasar yang relatif datar.

Keganasan ombak laut selatan seringkali dikaitkan dengan peristiwa mistis atau supranatural. Seringkali kita temukan berita tentang terseretnya wisatawan di pantai selatan. Bahkan, baru-baru ini kejadian tak mengenakkan dialami salah seorang wisatawan mancanegara yang berselancar di Pantai Indrayanti. Untuk itu, Wonderful Island akan memberikan tips untuk kamu yang hendak berwisata ke pantai selatan Jawa dengan aman, tanpa mengurangi kenyamanan kamu.

 

  • Kenali Rip Current atau Arus Balik

Rip current sering menjadi penyebab utama korban hanyut di pantai. Banyak yang belum memahami keberadaan arus balik ini. Arus ini terbentuk jika gelombang datang dan menghempas garis pantai berbentuk cekungan. Pantulan gelombang yang mengenai pantai memunculkan sejumlah arus susur pantai yang kemudian bertemu dan memusat di tengah cekungan pantai.

Sifat-sifat Rip Current dapat diketahui dengan :

  • Melihat adanya perbedaan tinggi gelombang antara kiri-kanan dan antaranya. Tinggi gelombang pada bagian kiri dan kanan lebih besar dari antaranya.
  • Meletakkan benda yang dapat terapung. Bila benda tersebut terseret menuju off shore maka pada tempat tersebut terdapat Rip Current.
  • Melihat kekeruhan air yang terjadi, dimana air pada daerah surf zone tercampur dengan air dari darat. Bila terlihat air yang keruh menuju off shore, maka tempat tersebut terdapat Rip Current. Kejadian ini dapat dilihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi

Tips / Cara / Usaha yang harus dilakukan bila terseret rip current, adalah sebagai berikut :

  • Jika terperangkap dalam arus seret ke tengah laut, jangan mencoba untuk berenang melawan arus (ke tepi pantai),
  • Tenanglah untuk sementara mengikuti arus. Secepat arus seret berada di luar penghalang, atau kecepatan arus melambat dan kita merasa sedikit bebas dari pergerakan air yang cepat,
  • Berenanglah ke area di sebelah kiri / kanan kita dan baru kemudian berenang kembali ke arah pantai (atau mengikuti gelombang menuju pantai). Tentu saja kita harus tetap menjaga untuk tetap berada di luar arus seret tersebut.

 

  • Jangan Berenang di Pantai

 

Karena karakteristik gelombang pantai selatan yang cukup ganas, disarankan untuk tidak berenang di pantai, terlebih bila sudah ada papan peringatan. Papan ini tentu bukan hanya hiasan semata, namun berfungsi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Tentunya kamu pun harus mengindahkan aturan ini demi keselamatan. Jika ingin bermain air, cukup di tepian saja, merasakan tepian ombak yang bertemu dengan daratan.

 

  • Jaga Kondisi Tubuh

Terdengar sepele, namun hal ini dapat berpengaruh banyak. Tentunya jika kondisi badan sedang fit, kamu akan lebih waspada dan mampu segera menyelamatkan diri jika terjadi apa-apa. Lagipula, berwisata dalam kondisi sakit juga membuatmu tak nyaman. Jangan lupa berolahraga ringan setiap hari supaya fisik tetap bugar, diimbangi dengan asupan gizi yang mencukupi.

 

  • Hormati Kearifan Lokal

Meskipun hal-hal yang berkaitan dengan spiritual masih hal yang bisa dipercaya atau tidak, dan mungkin ada beberapa hal yang terdengar janggal, ada baiknya kita mengikuti kebijakan setempat dalam berwisata. Misalnya, pantangan untuk memakai baju berwarna hijau, atau tidak melakukan tindakan yang terlarang. Penduduk setempat memiliki cara dan budayanya masing-masing untuk menghormati alam dan Sang Pencipta. Jangan sampai tingkah laku kamu malah menyinggung masyarakat sekitar.

 

  • Bertanya pada Penduduk Setempat

Jika memang merasa tidak yakin, bertanyalah pada penduduk setempat. Kamu bisa bertanya tentang kebiasaan dan hal yang pantang dilakukan, pada pedagang warung atau petugas parkir misalnya. Biasanya mereka juga tahu kapan saat-saat pasang tinggi dan pasang surut, sehingga kamu bisa lebih waspada dengan ombak dan gelombang laut.

Sumber : Wonderfulisland Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *